Meski tidak mampu beradaptasi dengan si pemilik rumah layaknya peliharaan lain seperti anjing atau kucing, tapi ikan bisa memberikan suasana tersendiri. Suara gemericik air dan ikan membuat kita merasa tenang dan terhindar dari stress, apalagi jika taburan makanan membuat ikan bergerak lincah. Alasan itu lah yang menyebabkan para pemilik rumah memanfaatkan lahan di pekarangan rumahnya untuk membuat kolam ikan hias.

Beberapa aspek yang harus diperhatikan untuk membuat kolam ikan hias agar tetap bersih dan tidak menyebabkan kelembaban di sekitarnya. Pertama bahan pembuat kolam sebaiknya semen atau batu alam yang padat sehingga mudah dibersihkan, terkena sinar matahari secara langsung, punya aliran air pembuangan dan lokasi diupayakan dekat dengan sumber air. Diupayakan tidak sering menggunakan air PAM karena mengandung kaporit yang digunakan untuk menjernihkan air dan pH yang tidak netral sehingga tidak baik untuk ikan. Dengan sedikit usaha mengolah air hujan yang jatuh dari atap dan talang rumah bisa digunakan sebagai solusi pengganti air PAM.
Penelitian memang membuktikan air hujan mengandung mineral yang rendah, kesadahan yang rendah, asam (pH) rendah, namun unsur organik dan zat besinya tinggi yang biasanya jika diminum menyebabkan gangguan kesehatan, begitu juga halnya dengan ikan sehingga tidak baik digunakan secara langsung untuk pengisi kolam karena ikan pada umumnya membutuhkan pH Netral.
Dengan menggunakan gentong semen sebagai bak penampung dan penyaring dengan kerikil dan pasir ditambah kapur, ziolite dan arang maka air hujan bisa digunakan sebagai pengisi air kolam. Dengan memanfaatkan air hujan yang merupakan buangan air dari atap dan talang tersebut selain rumah jadi bersih juga sebagai sirkulasi air kolam dan menciptakan efek keindahan.